Mengenal Jenis-Jenis Struktur Jembatan

Menurut wiki, jembatan adalah sebuah struktur yang sengaja dibangun untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti air sungai, lembah, rel kereta api maupun jalan raya. Jembatan dibangun agar para pejalan kaki, pengemudi kendaraan atau kereta api dapat melintasi halangan-halangan tersebut. Namun ternyata ada banyak jenis jembatan yang tentunya berbeda-beda baik dari segi struktur maupun kekuatan sampai biaya pembangunannya. Berikut jenis-jenis struktur jembatan yang berhasil dihimpun BerbagaiHal.
Jembatan Alang (Beam Bridge)
Jembatan alang adalah struktur jembatan yang sangat sederhana dimana jembatan hanya berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang pada kedua pangkalnya. Asal usul struktur jembatan alang berawal dari jembatan balok kayu sederhana yang di pakai untuk menyeberangi sungai. Di zaman modern, jembatan alang terbuat dari balok baja yang lebih kokoh. Panjang sebuah balok pada jembatan alang biasanya tidak melebihi 250 kaki (76 m). Karena, semakin panjang balok jembatan, maka akan semakin lemah kekuatan dari jembatan ini. Oleh karena itu, struktur jembatan ini sudah jarang digunakan sekarang kecuali untuk jarak yang dekat saja. Jembatan alang terpanjang di dunia saat ini adalah jembatan alang yang terletak di Danau Pontchartrain Causeway di selatan Louisiana, Amerika Serikat. Jembatan ini memiliki panjang 23,83 mil (38,35 km), dan lebar 56 kaki (17 m).
Jembatan Penyangga (Cantilever Bridge)
Berbeda dengan jembatan alang, struktur jembatan penyangga berupa balok horizontal yang disangga oleh tiang penopang hanya pada salah satu pangkalnya. Pembangunan jembatan penyangga membutuhkan lebih banyak bahan dibanding jembatan alang. Jembatan penyangga biasanya digunakan untuk mengatasi masalah pembuatan jembatan apabila keadaan tidak memungkinkan untuk menahan beban jembatan dari bawah sewaktu proses pembuatan. Jembatan jenis ini agak keras dan tidak mudah bergoyang, oleh karena itu struktur jembatan penyangga biasanya digunakan untuk memuat jembatan rel kereta api. Jembatan penyangga terbesar di dunia saat ini adalah jembatan penyangga Quebec Bridge di Quebec, Kanada. Jembatan ini memiliki panjang 549 meter (1.801 kaki).
Jembatan Lengkung (Arch Bridge)
Jembatan lengkung memiliki dinding tumpuan pada setiap ujungnya. Jembatan lengkung yang paling awal diketahui dibangun oleh masyarakat Yunani, contohnya adalah Jembatan Arkadiko. Beban dari jembatan akan mendorong dinding tumpuan pada kedua sisinya. Dubai, Uni Emirat Arab saat ini sedang membangun Sheikh Rashid bin Saeed Crossing. Jembatan ini dijadwalkan akan selesai pada tahun 2012. Jika proses pembangunan telah selesai, jembatan ini akan menjadi jembatan lengkung terpanjang di dunia.
Jembatan Gantung (Suspension Bridge)
Dahulu, jembatan gantung yang paling awal digantungkan dengan menggunakan tali atau dengan potongan bambu. Jembatan gantung modern digantungkan dengan menggunakan kabel baja. Pada jembatan gantung modern, kabel menggantung dari menara jembatan kemudian melekat pada caisson (alat berbentuk peti terbalik yang digunakan untuk menambatkan kabel di dalam air) atau cofferdam (ruangan di air yang dikeringkan untuk pembangunan dasar jembatan). Caisson atau cofferdam akan ditanamkan jauh ke dalam lantai danau atau sungai. Jembatan gantung terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Jepang. Jembatan ini memiliki panjang 12.826 kaki (3.909 m) .
Jembatan Kabel-Penahan (Cable-Stayed Bridge)
Seperti jembatan gantung, jembatan kabel-penahan ditahan dengan menggunakan kabel. Namun, yang membedakan jembatan kabel-penahan dengan jembatan gantung adalah bahwa pada sebuah jembatan kabel-penahan jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan menara jembatan menahan kabel yang lebih pendek. Jembatan kabel-penahan yang pertama dirancang pada tahun 1784 oleh CT Loescher. Jembatan kabel-penahan terpanjang di dunia saat ini adalah Jembatan Sutong yang melintas di atas Sungai Yangtze di China.
Jembatan Kerangka (Truss Bridge)
Jembatan kerangka adalah salah satu jenis tertua dari struktur jembatan modern. Jembatan kerangka dibuat dengan menyusun tiang-tiang jembatan membentuk kisi-kisi agar setiap tiang hanya menampung sebagian berat struktur jembatan tersebut. Kelebihan sebuah jembatan kerangka dibandingkan dengan jenis jembatan lainnya adalah biaya pembuatannya yang lebih ekonomis karena penggunaan bahan yang lebih efisien. Selain itu, jembatan kerangka dapat menahan beban yang lebih berat untuk jarak yang lebih jauh dengan menggunakan elemen yang lebih pendek daripada jambatan alang.Sumber referensi: http://www.berbagaihal.com/2011/07/mengenal-jenis-jenis-struktur-jembatan.html

Dialog Iblis Dan Rasulullah

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.
Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”
“Siapa yang memaksamu?”
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang yang di Benci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?”
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“lalu siapa lagi?”
“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar.”
”Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur.”
“Apa tanda kesyukurannya?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT

Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca Al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka, dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam–diam.”
“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

Sahabat para Iblis

Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba.”
“Siapa sahabatmu?”
“Pezina.”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk.”
“Siapa tamumu?”
“Pencuri.”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir.”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai.”
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan shalat jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”

Ketidakberdayaan Iblis pada Orang yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali:
“Tidak, tidak… tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu?”
“Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. “
“Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. “
“Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”

Pembantu Iblis

“Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak – anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanita-wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.
“Mereka, anak – anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”

Shalat Jama’ dan Shalat Qashar

Tulisan ini saya buat karena beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa teman melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu namun bingung dalam menentukan shalat, apakah perlu di jama’ atau dilaksanakan seperti biasa.

Shalat Jama’

Yang dimaksud dengan sholat jama’ adalah menggabungkan 2 sholat dalam 1 waktu. Seperti melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur yang dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar yang dinamakan Jama’ Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’.

Shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur.

Shalat jama’ merupakan keringanan yang diberikan Allah subhanahu wata’ala, menjama’ shalat tidak hanya untuk musafir, tetapi boleh juga dilakukan orang yang sedang sakit, atau karena hujan lebat atau banjir yang menyulitkan seorang muslim untuk bolak- balik ke masjid. dalam keadaan demikian kita dibolehkan menjama’ shalat. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya` di Madinah, bukan karena ada ketakutan dan bukan pula karena hujan.” (HR. Muslim no. 1151)

Lalu Waki’ bin Al-Jarrah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai sebabnya, maka beliau menjawab, “Beliau ingin supaya tidak memberatkan umatnya.”
Hadits di atas jelas menunjukkan bolehnya menjamak shalat walaupun tidak ada udzur.

Imam Nawawi dalam kitabnya Syarah Muslim,V/215, dalam mengomentari hadits ini dengan mengatakan,

“Mayoritas ulama membolehkan menjama’ shalat bagi mereka yang tidak musafir bila ada kebutuhan yang sangat mendesak, dengan catatan tidak menjadikan yang demikian sebagai tradisi (kebiasaan). Pendapat demikian juga dikatakan oleh Ibnu Sirin, Asyhab, juga Ishaq Almarwazi dan Ibnu Munzir, berdasarkan perkataan Ibnu Abbas ketika mendengarkan hadist Nabi di atas, “Beliau tidak ingin memberatkan umatnya, sehingga beliau tidak menjelaskan alasan menjama’ shalatnya, apakah karena sakit atau musafir”.

Dari sini para sahabat memahami bahwa rasa takut dan hujan bisa menjadi udzur untuk seseorang boleh menjama’ shalatnya, seperti seorang yang sedang musafir. Dan menjama’ shalat karena sebab hujan adalah terkenal di zaman Nabi. Itulah sebabnya dalam hadist di atas hujan dijadikan sebab yang membolehkan untuk menjama’.

Ada 2 jenis sholat jama’, yakni:
1. Jama’ Taqdim (ada juga yg menuliskan ta’dim, takdim, dst)
Jama’ taqdim adalah ‘menarik’ lebih awal waktu sholat. Jadi, apabila kita hendak bepergian yg kira2 cukup jauh di waktu Dhuhur, usai sholat Dhuhur kita lanjutkan dengan sholat Ashar. Hal yang sama berlaku untuk sholat Isya’, yang dilakukan di saat Magrib.

Yang tidak diperbolehkan dijama’ taqdim adalah Dhuhur di waktu Subuh, ataupun Magrib di waktu Ashar. Selain itu tidak boleh menjama’ Ashar dg sholat Jum’at (di hari Jum’at).

Untuk melaksanakan sholat jama’ taqdim, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Kerjakan dulu sholat Dhuhur baru Ashar (atau Magrib dulu baru Isya).
b. Niat jama’ dilakukan saat hendak sholat Dhuhur atau Magrib. Dengan demikian, tidak sah jika niat jama’ dilakukan saat sholat Ashar atau Isya.
c. Dilakukan ‘menyambung’, dalam artian, tidak melakukan sholat sunnah setelah sholat Dhuhur atau Magrib.

2. Jama’ Takhir (ada juga yg menulis ta’hir, taqhir, dst)
Jama’ takhir kebalikan dari poin 1. Dengan demikian, kita ‘mengulur’ sholat di waktu berikutnya. Berdasarkan poin 1, maka kita bisa simpulkan bahwa jama’ takhir itu berarti sholat Dhuhur & Ashar di waktu Ashar, dan sholat Maghrib & Isya di waktu Isya.

Hal yg tidak diperbolehkan adalah Isya di saat Subuh dan Ashar di saat Maghrib.

Untuk melaksanakan sholat jama’ takhir, maka ada hal-hal yg mesti diperhatikan:
a. Niat jama’ tetap dilakukan di saat sholat Dhuhur atau Magrib.
b. Kita masih berada dalam perjalanan pada saat Ashar atau Isya.

Khusus untuk sholat jama’ takhir, kita mesti mendahulukan waktu sholat yg terakhir. Sebagai contoh, jika kita jama’ takhir Dhuhur dan Ashar, maka kita sholat Ashar dahulu barulah sholat Dhuhur.

Tata cara sholat jama’ sama dengan sholat biasa.

Bagi orang yang melaksanakan jama’ Taqdim diharuskan untuk melaksanakan langsung shalat kedua setelah selesai dari shalat pertama. Berbeda dengan jama’ ta’khir tidak mesti Muwalah ( langsung berturut-turut). Karena waktu shalat kedua dilaksanakan pada waktunya. Seperti orang yang melaksanakan shalat Dhuhur diwaktu Ashar, setelah selesai melakukan shalat Dhuhur boleh saja dia istirahat dulu kemudian dilanjutkan dengan shalat Ashar. Walaupun demikian melakukannya dengan cara berturut-turut lebih afdhal karena itulah yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Syarat-syarat Shalat Jama’
Pada hadits di atas sudah jelas bahwa shalat jama’ dibagi pada dua bagian yaitu jama’ taqdim dan jama takhir. Ada beberapa syarat yang harus dilakukan ketika akan menjelaskan shalat jama’, baik itu jama taqdim maupun jama’ takhir.
Adapun syarat jama’ taqdim berdasarkan sebagian ulama ada tiga:13
a. Niat jama’ pada shalat yang pertama sekalipun dalam prakteknya akan dipisahkan dengan salam.
b. Tertib, maksudnya hendak dimulai dengan sembahyang yang pertama (dzuhur sebelum ashar, maghrib sebelum isya’).
c. Muawalah dalam penilaian umum. Dalam hal ini, tidak mengapalah bila shalat yang dijama’ itu terpisahkan sejenak, tidak cukup melakukan shalat dua raka’at. Akan tetapi yang lebih utama berturut-turut seolah-olah satu sembahyang.
Sedangkan syarat jama’ takhir adalah sebagai berikut:14
a. Niat jama’ pada waktu shalat yang pertama.
b. Masih dalam bepergian hingga selesai shalat yang kedua.

Tata Cara Shalat Jama’
a. Cara mengerjakan shalat jama’ taqdim
Bila seseorang hendak shalat dzuhur dan ashar pada waktu dzuhur (jama’ taqdim) kerjakanlah shalat dzuhur, lalu disambung dengan shalat ashar sampai selesai. Niat shalat ashar yang dijama’ taqdim dengan shalat dzuhur dikerjakan waktu dzuhur:

اصلى فرضى الظهر اربع ركعات مجموعا بالعصر جمع تقديم لله تعالى
“Saya tunaikan shalat fardu dzuhur empat rakaat, dijama’ taqdim dengan shalat ashar karena Allah Ta’ala”.
b. Cara mengerjakan shalat jama’ takhir
Bila seseorang hendak shalat maghrib dan isya pada waktu isya (jama’ takhir) kerjakanlah shalat isya sampai sama terus sambung dengan shalat maghrib sampai selesai. Dan pada waktu shalat yang pertama harus dilakukan niat untuk mengerjakan shalat pada waktu yang kedua. Adapun niatnya sebagai berikut:
اصلى فرض العشاء اربع ركعات مجموعا باالمغرب جمع تاخير لله تعالى
“Saya tunaikan shalat fardhu isya empat rakaat dijama’ takhir dengan maghrib, karena Allah Ta’ala”.

Shalat Qashar

Yang dimaksud dengan sholat qashar adalah menyingkat sholat. Sholat yang bisa disingkat hanya sholat dengan jumlah raka’at 4, yakni Dhuhur, Ashar, dan Isya. Sementara Magrib, terlebih lagi Subuh, tidak bisa disingkat.

Shalat Qashar yaitu meringkas shalat yang empat rakaat menjadi dua rakaat. Seperti shalat Dhuhur, Ashar dan Isya’. Sedangkan shalat Magrib dan shalat Shubuh tidak bisa diqashar.

Shalat Qashar merupakan keringanan yang diberikan Allah subhanahu wata’ala untuk musafir, sebagaimana firman-Nya,

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu, (QS.Annisa; 101)

Dan itu merupakan shadaqah (pemberian) dari Allah subhanahu wata’ala yang disuruh oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam untuk menerimanya, (HR.Muslim).

Mengqashar shalat hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Seorang musafir baru boleh memulai melaksanakan shalat jama’ dan Qashar apabila ia telah keluar dari kampung atau kota tempat tinggalnya. Ibnu Munzir mengatakan,

“Saya tidak mengetahui Nabi menjama’ dan mengqashar shalatnya dalam musafir kecuali setelah keluar dari Madinah”

Dan Anas menambahkan,

“Saya shalat Dhuhur bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam di Madinah empat rakaat dan di Dzulhulaifah (sekarang Bir Ali berada di luar Madinah) dua rakaat” (HR.Bukhari Muslim)

Ketika seorang musafir yang mengqashar shalatnya, ia tidak mesti harus menjama’ shalatnya, begitu juga sebaliknya. Karena boleh saja ia mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya. Seperti melakukan shalat Dzuhur 2 rakaat diwaktunya dan shalat Ashar 2 rakaat di waktu Ashar. Dan seperti ini lebih afdhal bagi mereka yang musafir namun bukan dalam perjalanan. Seperti seorang yang berasal dari Surabaya bepergian ke Sulawesi, selama ia di sana ia boleh mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi ketika berada di Mina.

Menurut Jumhur (mayoritas) ulama’, seorang musafir yang sudah menentukan lama musafirnya lebih dari empat hari maka ia tidak boleh mengqashar shalatnya. Tetapi kalau waktunya empat hari atau kurang maka ia boleh mengqasharnya. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam ketika haji Wada’. Beliau tinggal selama 4 hari di Mekkah dengan menjama’ dan mengqashar shalatnya. Adapun seseorang yang belum menentukan berapa hari dia musafir, atau belum jelas kapan dia bisa kembali ke rumahnya maka dibolehkan menjama’ dan mengqashar shalatnya. Inilah yang dipegang oleh mayoritas ulama berdasarkan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam. Ketika penaklukkan kota Mekkah beliau tinggal sampai sembilan belas hari atau ketika perang tabuk sampai dua puluh hari beliau mengqashar shalatnya (HR.Abu Daud). Ini disebabkan karena ketidaktahuan kapan musafirnya berakhir. Sehingga seorang yang mengalami ketidakpastian jumlah hari dia musafir boleh saja menjama’ dan mengqashar shalatnya (Fiqhussunah I/241).

Seorang musafir boleh berjamaah dengan Imam yang muqim (tidak musafir). Begitu juga ia boleh menjadi imam bagi makmum yang muqim. Kalau dia menjadi makmum pada imam yang muqim, maka ia harus mengikuti imam dengan melakukan shalat Itmam (tidak mengqashar). Tetapi kalau dia menjadi Imam maka boleh saja mengqashar shalatnya, dan makmum menyempurnakan rakaat shalatnya setelah imammya salam.

Dan sunah bagi musafir untuk tidak melakukan shalat sunah rawatib (shalat sunah sesudah dan sebelum shalat wajib), Kecuali shalat witir dan Tahajjud, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam selalu melakukannya baik dalam keadaan musafir atau muqim. Dan begitu juga shalat- shalat sunah yang ada penyebabnya seperti shalat Tahiyatul Masjid, shalat gerhana, dan shalat janazah.

Untuk melakukan sholat Qashar, maka kita mesti berniat untuk sholat Qashar. Karena disingkat menjadi 2 raka’at, maka perlakuannya serupa dengan sholat Shubuh.

empat rakaat dijama’ takhir dengan maghrib, karena Allah Ta’ala”.

Syarat-Syarat Shalat Qashar
Dalam shalat qashar ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan sehingga shalat ini bisa dilakukan.

a. Orang yang sedang bepergian atau merantau dan perjalanan yang dilakukan bukan ma’siat (terlarang). Sebagaimana disebutkan dalam hadits Tsumamah bin syarahbil:

خرجت إلى الن عمر فقلت: ماصلاة المسفر؟ فقال: ركعتين ركعبين الا صلاة المغرب ثلاثا – رواه احمد
“Saya pernah pergi ke tempat Ibnu Umar, saya bertanya kepadanya: bagaimanakah shalatnya musafir? Jawabnya: “Dua rakaat-dua rakaat kecuali shalat maghrib, tiga rakaat” (HR. Ahmad).6

b. Perjalanannya jarak jauh. Tentang berapa (meter/kilo/mil) jarak tempuh yang membolehkan
mengqashar shalat dapat dilihat pada hadits di bawah ini.7

قال انس: مليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم الظهر بلمدينة اربعا وصلت معه العصر بذالحليفة ركعتين (رواه مسلم). قال أنس رضى الله عنه: كان رسول الله اذ خرد مسبرة ثلاثة اميال او ثلاثة فراسخ على ركعتين – رواه مسلم
“Anas r.a berkata: “Aku shalat bersama Rasulullah di Madinah empat rakaat (sebelum safar) dan aku shalat ashar bersama beliau di Dzulhulaifah dua rakaat” (HR. Muslim).
“Anas r.a berkata: “Rasulullah SAW., apabila melakukan perjalanan tiga mill atau tiga farsakh, shalat dua rakaat” (HR. Muslim).
Dari kedua hadits di atas dapat kita ketahui bahwa jarak perjalanannya minimal tiga mil atau tiga farsakh. Satu mil + 1.748 m. Jarak antara Madinah dan Dzulhulaifah + 6 mil. Sedangkan satu farsakh + 8 km atau 4,57 mil, atau jarak perjalanan itu lebih dari satu hari satu malam. Akan tetapi yang kita dapati pada buku pelajaran fiqih dari mazhab Syafi’i ditulis bahwa jarak beperbian yang dibenarkan untuk mengqashar shalat adalah delapan puluh mil atau + seratus dua puluh kilometer. Dan inilah yang banyak diikuti oleh sebagian umat Islam di negeri kita. Karena yang ditetapkan oleh Rasulullah adalah tiga mil ke atas, maka yang lebih utama kita ikuti adalah ketetapan Rasulullah SAW ini.
قال أنس رضى الله عنه: خرجنا مع النبي صلى الله عليه وسلم من المدينة إلى المكة فصلى ركعتين حتى رجعنا الى المدينة, فقلت اقمتم بها شيأ؟ اقمنا بها عشرا – رواه البخارى
“Anas r.a berkata kami keluar bersama Nabi dari Madinah ke Mekkah. Beliau shalat dua rakaat sehingga kami kembali ke Madinah. Maka aku bertanya, “Apakah kalian bermukim di Mekkah? Jawabnya: kami bermukin di Mekkah selama sepuluh hari” (HR. Bukhari).
Hal yang serupa batas lamanya mengqashar shalat tidak ditentukan itu dapat kita lihat dari hadits Tsumamah Ibnu Syarahir yang diriwayatkan oleh Ahmad, ia berkata: “saya menemui Ibnu Umar, lalu saya bertanya “Apakah shalat musafir itu”? ia menjawab dua rakaat-dua rakaat kecuali shalat maghrib. “Saya bertanya lagi, apa pendapatmu jika kami berada di Dzilmajaj?”. Ia balik bertanya, “apakah Dilmajaz itu?” saya menjawab, “suatu tempat yang kami berkumpul, berdagang, dan tinggal selama dua puluh lima hari atau lima belas malam”. Ibnu Umar berkata, “Hai anak laki-laki, saya pernah tinggal di Ajerbeijan. Saya tidak yakin apakah empat bulan atau dua rakaat”.
Jadi kalau kita lihat dari hadits di atas memang tidak ada ketentuan untuk batas lamanya mengqashar shalat bagi musafir. Dan mungkin inilah yang dimaksud oleh sebagian para ulama sebagai salah satu syarat bahwa shalat qashar masih harus ada dalam bepergian.

c. Shalat yang diqashar itu, shalat adaan (tunai) bukan shalat qadha. Adapun shalat yang ketinggalan di waktu berjalan boleh diqashar atau diqadha dalam perjalanan, tetapi yang ketinggalan sewaktu mukim tidak boleh diqadha dengan qashar sewaktu dalam perjalanan.8

d. Berniat qashar ketika takbiratul ikhram.
 
e. Tidak bermamum sekalipun sebentar kepada orang yang tidak mengqashar shalatnya, sekalipun juga musafir.

*dari berbagai sumber

 

Manfaat Dongeng

Dahulu,  sewaktu berumur dibawah 10 tahun bapak saya suka sekali mendongeng sebelum kami tidur di malam hari. Ummm…ceritanya bermacam-macam, mulai dari dongeng kancil sampai dongeng-dongeng rakyat yang sudah saya lupa judul dan ceritanya tentang apa.. *parah. Bapak suka sekali bercerita dengan beragam ekspresi suara dan mimik wajah yang lucu… uaaa…jadi kangen pada masa itu. Walaupun terlihat sederhana, namun anak-anak biasanya sangat serius mendengarnya jika ceritanya menarik. Dengan begitu maka alangkah baik jika cerita dongeng yang disampaikan memiliki efek positif yang tinggi bagi perkembangan mental anak-anak.

Namun jaman sekarang, banyak terjadi pergeseran. Dimana sudah jarang orang tua yang menceritakan dongeng pada anak-anaknya. Sehingga keseharian dari si anak lebih banyak dihabiskan di depan televisi dengan beragam acaranya atau malah alih-alih mematung di depan video game !halah bahasanya..he.

Nah,, terkhusus para akhwat yang nantinya menjadi calon ibu *(ehhmmm..klwanemshlama :P ) kita harus paham bahwa mendongeng itu banyak manfaatnya, bukan hanya untuk anak-anak tetapi juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang dapat digali dari kegiatan mendongeng ini. Antara lain :

  1. Meningkatkan keterampilan bicara anak, karena bayi atau balita akan kenal banyak kosa kata.
  2. Mengembangkan kemampuan berbahasa anak, dengan mendengarkan struktur kalimat.
  3. Meningkatkan minat baca.
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir.
  5. Meningkatkan keterampilan problem solving.
  6. Merangsang imajinasi dan kreativitas.
  7. Mengembangkan emosi.
  8. Memperkenalkan nilai-nilai moral.
  9. Memperkenalkan ide-ide baru.
  10. Mengalami budaya lain.
  11. Relaksasi.
  12. Mempererat ikatan emosi dengan orang tua.

Dengan begitu banyaknya manfaat, mengapa tidak untuk diaplikasikan kepada anak-anak kita kelak. Sambil memperbanyak referensi cerita-cerita bermanfaat yang tentunya didapat dari sering membaca. Dan juga harus hati-hati memilah dan memilih cerita tentu….Semoga bermanfaat!!! ^_^

 

*Dari Berbagai Sumber

Healthy Tips …..

Mengapa Rasululullah SAW melarang kita minum sambil berdiri?

Ternyata secara medis dalam tubuh manusia terdapat penyaring sfringer. Saringan tersebut dapat terbuka ketika kita duduk dan tertutup ketika kita berdiri.

Air yang kita minum belum 100 % STERIL untuk diolah oleh tubuh. Biloa kita minum sambil berdiri, maka air tidak tersaring oleh SFRINGER dan langsung masuk ke kantung kemih, sehingga dapat menyebabkan PENYAKIT KRISTAL GINJAL.

Subhanallah, tiap perintah dan larangan Rasul pasti bermanfaat bagi umatnya… !!!

Terapi Air Putih :

1. Minum air putih 2 gelas setelah bangun tidur dapat membersihkan organ-organ internal

2.  Minum segelas air, 30 menit sebelum makan dapat membantu fungsi seluruh pencernaan dan ginjal

3. Minum segelas air sebelum mandi dapat menurunkan tekanan darah

4. Minum segelas air sebelum tidur dapat mencegah stroke dan serangan jantung.

It so easy right? Soo?? Mulailah kebiasan sehat mulai kini dan untuk kebaikan nanti tentu… Stay Healthy All !!! ^__^,

Pentingnya Manajemen Resiko Pada Struktur Jembatan dengan Mengaplikasikan Analisis Mekanisme Keruntuhan dan Pemantauan Kesehatan Struktur (Analisa Keruntuhan Jembatan Kutai Kertanegara)

Keruntuhan Jembatan Kukar di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara adalah keruntuhan terburuk dalam sejarah konstruksi jembatan di Indonesia. Keruntuhan bersifat getas (brittle) atau dengan bahasa yang lebih sederhana terjadi mendadak tanpa tanda-tanda keruntuhan. Korban jiwa selalu mengikuti keruntuhan konstruksi jenis ini. Rekaman keruntuhan jembatan-jembatan  di Indonesia pada umumnya terjadi pada masa konstruksi atau akibat terjangan bencana alam seperti banjir, gempa dengan atau tanpa tsunami. Jarang terjadi keruntuhan pada saat lalu lintas masih beroperasi normal.

Walaupun sudah muncul beberapa teori yang berusaha menjelaskan penyebab keruntuhan Jembatan Kukar, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk memaparkan teori seputar sebab-sebab keruntuhan. Ulasan pada tulisan ini ditujukan pada pembahasan tentang pentingnya analisis mekanisne keruntuhan pada disain struktur  jembatan bentang panjang dalam rangka meminimalkan korban jiwa dari proses keruntuhannya. Sesuai dengan perkembangan peradaban, keselamatan jiwa manusia menjadi tujuan atau pertimbagngan utama dari teknologi konstruksi mulai dari tahapan penyusunan program, perencanaan, konstruksi sampai tahap penggunaan sekaligus pemeliharaan. Tulisan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan (awareness ) dalam penyediaan layanan jasa desain konstruksi yang berhubungan dengan keselamatan orang banyak

Pendekatan keamanan struktur sejak standarisasi dan kodifikasi perencanaan mulai diaplikasikan pasca revolusi industri bersifat deterministik atau dikenal dengan pendekatan ASD (Allowable Stress Design). Secara bertahap sejak disinggung pada AASHTO (American Association of State Highway and Transportation) tahun 1930 mulai digunakan  pendekatan probabilistik yang dikenal sebagai pendekatan LRFD (Load Resistance Factor Design).

Pendekatan ASD merupakan pendekatan yang sesuai dengan konstruksi-konstruksi yang dirancang dengan asumsi tidak ada gaya-gaya ekstrim yang bekerja selama masa layannnya. Pengertian gaya-gaya ekstrim pada tulisan ini adalah gaya-gaya yang bekerja akibat bencana alam atau hal-hal tidak terduga yang tidak bisa diprediksi oleh perencana. Gaya-gaya lateral akibat gempa adalah contoh gaya-gaya ekstrim akibat bencana alam. Differential settlement (penurunan elemen-elemen struktur yang berbeda satu sama lain) yang berlebihan pada struktur  adalah contoh dari gaya-gaya ekstrim yang tidak terduga. Kalaupun dicoba mengakomodasi gaya-gaya ekstrim dengan pendekatan ini maka hasilnya mengandung spekulasi atau  struktur menjadi tidak ekonomis.

Konsep perencanaan dengan LRFD adalah hasil eksplorasi ilmuwan tgeknik sipil untuk mendapatkan metode yang lebih rasional yang berusaha mengkuantifikasi ketidakpastian yang ada pada gaya-gaya yang bekerja disatu sisi dan kapasitas-kapasitas elemen struktur disisi lainnya. Terlebih bila dikaitkan dengan kemungkinan bekerjanya gaya-gaya ekstrim akibat bencana alam seperti gempa, banjir dan kebakaran hebat. Konsep dari pendekatan di atas sejatinya mempunyai implikasi yang luas karena merubah paradigma para insinyur perencana dalam menyikapi probabilitas keruntuhan struktur. Melalui pendekatan probabilistik seorang atau tim insinyur seharusnya menyadari bahwa tetap terdapat probabilitas, walaupun sekecil apapun bahwa gaya-gaya yang bekerja melampaui kapasitas atau tahanan elemen struktur yang ada. Keruntuhan struktur justru menjadi bagian dari pekerjaan perencanaan. Oleh karena itu kalaupun keruntuhan yang akan terjadi harus diusahakan tidak terjadi  keruntuhan dengan mekanisme getas. Keruntuhan dengan mekanisme daktail menjadi salah satu target perencanaan disamping target perencanaan yang umum seperti kekuatan, stabilitas dan kelayanan (serviceability).

Pada elemen struktur yang daktail seperti baja karbon, kondisi diatas batas tersebut di atas belum tentu mengakibatkan struktur runtuh sesaat beban yang bekerja melampaui kapasitas. Fakta ini menginspirasi para insinyur untuk mengembangkan konsep desain kapasitas yang memanfaatkan sifat daktail material. Tujuan dari desain kapasitas adalah menghasilkan struktur yang mempunyai mekanisme keruntuhan yang daktail sehingga pada saat gaya-gaya ekstrim bekerja struktur tidak segera runtuh (collapse) walau elemen-elemen struktur penyokong konstruksi rusak berat. Elemen material yang daktail tetap dapat berdeformasi walaupun kapasitasnya terlampaui pada beberapa titik tereduksi hebat sehingga dapat mendistribusikan gaya-gaya yang bekerja pada titik-titik lainnya pada elemen yang masih bugar. Konsep di atas menjadi filosofi disain bangunan tanahan gempa beberapa dekade terakhir ini.

Walaupun elemen struktur baja secara alami bersifat daktail namun pada sistem sambungan bisa saja menjadi getas. Sebaliknya, beton yang mempunyai daktilitas rendah dapat dikembangkan menjadi elemen yang daktail dengan memperkuatnya dengan tulangan baja dengan proporsi yang tepat. Pengembangan beton bertulang untuk dapat menjadi elemen struktur yang daktail menjadi salah satu topik favorit riset struktur tahan (antispativ) gempa.

Dengan analisis mekanisme keruntuhan diperoleh perilaku struktur pada saat menerima gaya-gaya ekstrim. Struktur dengan elemen-elemen yang daktail belum tentu menghasilkan struktur yang juga daktail bila hirarki keruntuhan elemen-elemennya tidak tepat.  Pada bangunan tahan gempa  dimana analisis mekanisme keruntuhan mulai diaplikasikan, proporsi antara elemen-elemen struktur serta perilaku sambungan antara elemen struktur sangat menentukan mekanisme keruntuhan. Struktur-struktur gedung dengan bentang lebar seperti bangunan show room, sekolah dan rumah ibadah bebas tiang menjadi rentan terhadap gempa karena keruntuhannya akan getas bila konsep disainnya hanya dengan logika gaya-gaya gravitasi.

Belajar dari kejadian keruntuhan Jembatan Kutai Kertanegara  yang begitu cepat (30 detik) tanpa tanda-tanda maka perlu digagas pendekatan yang lebih komprehensiv dengan mengaplikasikan analisis mekanisme keruntuhan struktur-struktur jembatan panjang akibat probabilitas bekerjanya gaya-gaya ekstrim. Fakta proses keruntuhan jembatan Kukar yang sangat cepat menunjukkan analisis struktur tidak dilengkapi dengan analisis mekanisme keruntuhan pada proses perencanaan. Analisis tambahan ini sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi gaya-gaya ekstrim yang bekerja selama masa layan struktur tidak akan menyebabkan keruntuhan yang getas walaupun tidak dipersyaratkan oleh standar maupun peraturan di negeri ini.

Tidak usah menunggu standarisasi dari pemerintah karena butuh waktu yang lama sementara kebutuhan akan jembatan-jembatan bentang panjang cukup mendesak. Walaupun analisis mekanisme keruntuhan pada jembatan mendapat inspirasi dari kasus-kasus struktur bangunan tahan gempa, peraturan bangunan tahan gempa di Indonesia belum kunjung mengadopsi analisis mekanisme keruntuhan yang dikaitkan dengan kinerja struktur sampai detik  ini. Padahal di banyak negara analisis di atas sudah lama menjadi persyaratan, bahkan dikaitkan dengan nilai premi asuransi gedung terhadap resiko gempa. Kedepan, analisis mekanisme keruntuhan dapat disipkan pada TOR (Term of Reference) dari kegiatan perencanaan.

Untuk kasus Jembatan Kukar,  bencana kegagalan struktur tidak datang dari  luar yaitu dari bencana alam seperti gempa dan serangan terror tetapi juga terdapat probabilitas muncul dari dalam mulai dari tahapan perencanaan, konstruksi dan bahaan dari  proses pemeliharaan dan perbaikan jembatan. Sebelum melakukan perbaikan besar, analisis mekanisme keruntuhan juga dibutuhkan sebagai informasi yang mendasari metode perbaikan yang dipilih. Tanpa analisis ini, pekerjaan perbaikan menjadi sangat spekulatif.

Apapun detail penyebabnya keruntuhan yang disimpulkan tim investigasi yang jelas dimasa-masa yang akan datang harus dihindari keruntuhan tiba-tiba pada struktur tanpa tanda-tanda atau peringatan akan terjadi keruntuhan sama sekali pada struktur-struktur jembatan bentang panjang. Untuk melengkapi analisis mekanisme keruntuhan diperlukan pengujian mekanisme keruntuhan pada elemen-elemen pemikul utama. Temuan di lapangan yang dilaporkan sementara ini menunjukkan bahwa kabel utama maupun vertikal tidak putus dan sebaliknya klem penghubung antara kabel vertikal dan kebel utama yang rusak berat. Temuan ini menujukkan hirarki keruntuhan pada elemen-elemen struktur menyalahi prinsip mekanisme keruntuhan yang mendasar dimana klem seharusnya menjadi komponen dengan hirarki tertinggi atau harus lebih kuat dari elemen kabel utama dan vertikal.

Dengan asumsi gaya-gaya yang bekerja dominan statis, bisa saja awalnya klem dianggap mempunyai hirarki yang tertinggi dan tetap pada posisi hirarkinya sepanjang masa layan jembatan. Padahal sejalan dengan perjalanan waktu kapasitas materialnya terdegradasi akibat skenario-skenario  gaya-gaya dinamis yang tidak diperhitungkan. Sebagai contoh adalah bentuk penampang jembatan (arah torsional) yang tidak umum juga dapat meyumbangkan gaya-gaya dinamis yang tidak terduga pada klem selama masa layan struktur sehingga pada suatu saat  juga merubah hirarkinya.

Tidak berhenrti sampai disini, berdasarkan analisis mekanisme keruntuhan, sistem pemantauan kesehatan struktur (Health Monitoring System) harus diaplikasikan pada jembatan dengan bentang panjang untuk memantau apakah jembatan masih tetap sehat atau sudah memasuki tahapan menuju runtuh. Idealnya, dilakukan pemasangan instrument-instrument pemantau dimana data-data dalam bentuk getaran yang terkumpul akan mengindikasikan kinerja struktur melalui analisis dari perilaku dinamiknya.

Secara umum analisis mekanisme keruntuhan yang diikuti dengan pemantauan kesehatan struktur akan membantu para pemangku kepentingan selalu mendapat informasi dari waktu ke waktu prediksi kebugaran struktur jembatan. Tidak ada gading yang tidak retak. Analisis keruntuhan tidak sepenuhnya menjamin keruntuhan yang getas bila bencana yang datang adalah tsunami dahsyat sekelas tsunami Aceh 2006. Artinya jembatan atau struktur apapun yang berhadapan dengan energi langsung dari tsunami Aceh tidak diharapkan lagi mempunyai mekanisme keruntuhan yang daktail sehingga sistem peringatan dini yang harus bekerja menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa manusia. Tetapi kasus khusus ini mempunyai probabilitas yang sangat kecil dibanding probalitas keruntuhan pada umumnya sehingga analisis mekanisme keruntuhan tetap relevan dan dibutuhkan

Sebagai bangsa yang hidup didaerah “bencana” (ring of fire) sudah seharusnya manajemen resiko diterapkan di semua tahapan konstruksi. Kalimantan Timur yang pada satu sisi berada didaerah dengan intensitas gempa yang rendah, tetapi disisi  lain memiliki properti tanah yang banyak bermasalah bila dihubungkan dengan bangunan-bangunan sipil antara lain bangunan  gedung dan jembatan. Asumsi-asumsi properti tanah yang biasa diambil di Pulau Jawa misalnya, berbeda jauh dengan properti tanah di Kalimantan Timur. Properti tanah yang kurang menguntungkan ini pada gilirannya akan menjadi bom waktu pada perilaku struktur secara keseluruhan dan ujungnya juga akan menjadi bencana.

Perilaku alam dengan segala fenomenanya adalah cara alam mempertahankan keseimbangan nya, akan menjadi bencana setelah bersinggungan dengan kehidupan manusia. Menerima perilaku alam dan berdamai dengannya melalui pemahaman terhadap fenomenanya menjadi sikap yang lebih arif dan bijaksana. Untuk para insinyur, turunan dari sikap di atas seharusnya tercermin pada konsep yang mendasari langkah-langkah teknisnya, salah satu diantaranya menerima probabilitas keruntuhan sebagai suatu kenyataan dan mempersiapkan sebaik-baiknya bila hal tersebut akhirnya terjadi.


Gambar 1.   Contoh sederhana  hirarki keruntuhan struktur portal akibat gaya lateral dari gempa

(a). mekanisme keruntuhan. getas     (b) mekanisme keruntuhan .daktail

Gambar 2. Contoh hirarki keruntuhan sederhana struktur jembatan gantung

Oleh

Dr. Abdul Haris, MT

Dosen Rekayasa Struktur Prodi Teknik Sipil – FT Universitas Mulawarman,

Samarinda – Kaltim

Pisang Goreng

Hmmm…siapa yang tak kenal makanan ringan yang satu ini. Selain banyak dijajakan di hampir semua penjual gorengan, membuatnya pun tidak membutuhkan kerumitan.

Nah, resep kali ini saya dapat dari salah seorang sahabat yang jago masak.  Awalnya, ia tak mau member resep ini, setelah memohon (*setengah memelas) saya dapat juga akhirnya..hehee ^.^v

Hmmm…memang tampak luar ia terlihat sama saja seperti pisang goreng lainnya, heemmmm…tapi rasanya jelas berbeda… Soo,, here’s the recipe :

Bahan :

1 sisir pisang (pisang kepok, pisang tanduk, pisang nangka, apapun yang tersedia di pasar atau warung di sekitar rumahmu,hehee. :p)

1 bungkus Tepung bumbu pisang goreng (I recommended Tepung Bumbu Sasa *uppsss sebut merk..he)

Mentega 100 gram

Tepung Terigu 200 gram

Air Secukupnya

Gula secukupnya (jika terlalu banyak, bisa membuat mudah hangus)

Garam secukupnya

Minyak goreng (untuk menggoreng)

Cara Membuat :

  1. Mentega kocok kasar, menggunakan garpu atau sendok. Tambahkan tepung terigu dan tepung bumbu, aduk rata.
  2. Tambahkan air secukupnya, kemudian tambahkan garam dan gula. Aduk rata.
  3. Kupas pisang, potong dan kerat menyerupai kipas. Kemudian celupkan kedalam adonan tepung terigu. Aduk.
  4. Goreng pisang hingga kecoklatan, tiriskan.

Sekali lagi prinsip yang digunakan, yaitu feeling…hehee

Selamat mencoba ….

 

I’m Back …..

Feels so long since I last wrote on this blog.
I hope I can become a productive writer …

Semangaaattt…..

Jia You……

Ganbatte………….

Hwaiting……………..

huhuh…gaje writer nih namanya  -_-’

I Wish I Finish this job Successfully

Dua bulan sudah aku merantau di kota orang yang sebelumnya berfikir pun tak pernah membayangkan untuk mengunjungi kota ini sebelumnya. Iyah, dua bulan ini aku menetap di bandung, ibu kota provinsi jawa barat dimana populasi penduduknya tertinggi di bandung. *Hmm… mgkn kita tak akan membahas statistic kependudukan bandung kali ini.

Kedatanganku ke Bandung bukan karena ingin mengadu nasib peruntungan, atau wisata belanja yang biasa dilakukan oleh kaum-kaum socialite. Untuk sekedar berkunjung ke tempat pariswisata pun tak pernah ku lakukan *(hmm…soon must be visit that tourism palace one by one). Kedatanganku ialah untuk menyelesaikan amanah paling besar dalam hidupku yang belum selesai 2 tahun ini, Iya SKRIPSI.. tugas akhir yang menjadi ‘momok’ bagi semua mahasiswa yang menjalani akhir dari semester perkuliahan.

Salah satu dosen terbaik di kampus ku dengan ‘legowo’ menerimaku untuk melakukan pembelajaran, penelitian, penulisan, hingga pemahaman hingga paham yang jarang sekali didapat oleh semua mahasiswa yang menjalani proses tugas akhir.

Aku termasuk beruntung, karena beliau (dosen sekaligus dosen pembimbing satu) dengan ‘telaten’ mengajari, membimbing, mengarahkan ku ke tugas akhir yang sama sekali belum pernah ku pikirkan untuk mengambil tema itu. Ya, aku mengambil konsentrasi STRUKTUR yang merupakan ‘momok’ menakutkan pada jurusan TEKNIK SIPIL. Belajar, belajar, belajar.. Jangan berhenti belajar hingga paham, jangan berhenti belajar hingga akhir hayat.

Saat ini aku sedang berusaha menyelesaikannya, walaupun keluar dari target waktu penyelesaian, but I Wish I finish this job Successfully… Hope me ya’ .. (-^.^-)//

Demi Musim Semi

Angin lembut semilr mengalun lembut

Percik air di daun keladi jatuh bersemayan ke danau lembayung

Menyejukkan membawakan ketenangan

Namun ketenangan terusik oleh datangnya awan kelabu

Membawa angin kencang yang ingin tau

Menelisik kesemua dan menundukkan daun keladi

 

Dalam diam ia pun perlahan menjauh, meninggalkan Tanya

Sebenarnya apa arti ini semua?

Ia pergi membawa jawaban yang tak terjawab kini

Memunggunkan diri dan kemudian beranjak pergi.

 

Dalam hati beriak memberontak ingin mencari tau

Namun tak ada jawab disana, diam membisu seribu bahasa

Hingga hening membahana membuat rapuh suasana

 

Aku bersyukur hati ini berhenti bertanya

Karena musim semi memang belum datang, hanya kabur membuat segalanya abu-abu

Kerinduan yang mendalam akan musim semi

Menciptakan fatamorgana yang melenakan sesaat

 

I want that day come . . . .

 

Membawa musim semi ketengah dingin yang menusuk

Membawa kicau burung, mekar bunga, dan hujan yang beriak di danau

Sampai saat itu datang, aku akan menunggu

Karena untuk itulah aku hidup

Demi musim semi . . . .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.145 pengikut lainnya.