Just Memorabilia

Hari ini saya hanya ingin bercerita, apa saja semau dan sebisa saya.. Ah, ada apa dengan saya?
Setelah dibaca kembali, ternyata isi blog saya berisi keluha-keluhan yang terjadi di hidup saya. Hedeh, malu rasanya..

Mengeluh tentu tak menyelesaikan masalah, malah memperparah masalah..

Mengeluh itu pertanda ada masalah dalam ruhyah kita..

Mengeluh itu ibarat virus penyakit yang perlahan menggrogoti kita..

So… Stop mengeluh! Immediately!!!

Well, saya sudah mencobanya belakangan ini. Hasilnya? Suasana hati menjadi baik, kitanya lebih bersemangat hidup, mengundang mood baik, dan masih banyak lagi. So, please do it yak..🙂

—————————————————— o0o ———————————————————-

Kembali ke masalah bercerita (Tulisan saya memang random, hehe..). Hr ini saya naik ke buku 6 pada tahsin yang saya ikuti. Yeaay (Jingkrak2). Bagi yang kurang lancar, biasanya setelah buku 5, diteruskan dengan juz 27 sebelum naik ke buku 6. Tapi saya tak melalui proses itu, Alhamdulillah. Sedikit bercerita, tahsin itu belajar membaca qur’an yang baik dan benar sesuai kaedah dengan metode qiro’ati.. Sebenarnya, saya sudah ikut program ini semenjak 2010.. Hihi, karena pasang surut dan beragam alasan baru diawal tahun 2013 saya mengikrarkan diri untuk rutin menjalani program ini. Pada saat diawal, kita akan dites bacaan qur’an kita. Gunanya, untuk mengukur kemampuan kita dalam membaca al-qur’an. Stelah itu, dilanjutkan dengan tahsin sesuai level buku kita masing-masing.

Pengajar saya bernama ibu Ida, diawal saya sangat takut dengan beliau karena beliau terlihat begitu ‘sangar’ dan serius. Well, pelajaran untuk tidak melihat buku dari sampulnya (sepertinya kata-kata ini sering saya ucapkan -_-). Namun lambat laun, ternyata berbeda sekali.. Ibunya lucu, ngemong, sabar, dan patut diteladani. Wong secara untuk seumumuran beliau, masih aktif saja mengisi beberapa taklim, tahsin dan tahfidz ibu-ibu binaan beliau. Subhanallah. Semoga kelak saya bisa seperti beliau, aamiin.

Selain tahsin, dengan ibu ida saya jg diberi tugas hapalan. Wew, lumayan cepat melihat level buku saya yg masih dibawah standar. Surah an-naba diawal. Tips dari bu Ida, bacalah keseluruhan targetan ayat yg kita hapal. Misal 1-18 dibaca berulang-ulang, kemudian dilanjutkan dengan hapalan per ayat. Oiya, saya juga menemukan. Waktu setelah shubuh dan maghrib merupakan waktu yg baik untuk menghapal. Entahlah, terasa mudah saja otak ini menerima ayat per ayat.
Hmmm… Semoga saya bisa istiqomah hingga akhir. Aamiin..🙂

Sedikit, cerita hidup untuk anak cucu saya..
dandelion

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Kisah Seribu Satu Masa

kejayaan dimulai dari "bacalah!"

Fathul Wahid

Just another humble person

Learning Static and Dynamics

Just another WordPress.com site

nailahajar_side's Blog

You'll never know what happens tomorrow if you give up today..

I Love My Life

enjoy emak-emak world!

@hafidz_ary

Sederhana saja: anti JIL plus anti paulus

from nagari to anywhere

Just a short note from my short journey

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

Angin

To run where the brave dare not to go

Cioccolato Quirky's Blog

Feel and taste the beat

berbagi ilmu berbagi inspirasi

merubah budaya lisan menjadi tulisan

Lazuardi Home

Learn more about life like a butterfly

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: