Waktu

“Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya menggunakan untuk memotong, ia akan memotongmu (menggilasmu)”(H.R. Muslim)

Menghitung mundur pergantian tahun 2015, jika harus berkilas balik jujur saya punya banyak sekali permasalahan dengan waktu. Sepertinya waktu ibarat musuhku, yang terus memusuhiku dan tak henti memburuku akibat kelalaianku.

Sebagian orang mungkin  berpendapat  bahwa masa muda adalah masa bersantai dan berfoya-foya, menikmati semua kenikmatan dunia, lalu masa tua adalah masa bertaubat, berhenti dari semua hal yang buruk lalu berjalan tertatih menuju perbaikan? Sungguh begitu salah pemikiran seperti itu, sebab umur manusia tak ada yang tahu kapan akan berhenti, ia kalau kita sempat bertaubat, kalau tidak? Bukankah lebih tenang hidup kita jika telah menabung kebaikan sejak dini, hingga kapanpun Allah memangggil kita, kita siap dengan bekal yang telah kita persiapkan jauh-jauh hari.

An Nakho’i mengatakan, “Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”Dalam hal ini orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya. Subhanallah, Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah pada hambaNya. Ia begitu mengerti apa yang terdetik di dalam hati, lalu jika demikian masihkah kita enggan melakukan kebaikan dari sekarang? Masihkah kita menunda-nunda amal kebajikan?

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat- menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

CENDEKIA

Kids and Junior Science Center

Kisah Seribu Satu Masa

kejayaan dimulai dari "bacalah!"

Fathul Wahid

Just another humble person

Learning Static and Dynamics

Just another WordPress.com site

nailahajar_side's Blog

You'll never know what happens tomorrow if you give up today..

I Love My Life

enjoy emak-emak world!

@hafidz_ary

Sederhana saja: anti JIL plus anti paulus

from nagari to anywhere

Just a short note from my short journey

The works of Wiryanto Dewobroto

as structural engineer, lecturer and writer

Angin

To run where the brave dare not to go

Cioccolato Quirky's Blog

Feel and taste the beat

berbagi ilmu berbagi inspirasi

merubah budaya lisan menjadi tulisan

Lazuardi Home

Learn more about life like a butterfly

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: